Sarjana S-2 Tak Segan Berjualan Kaki Lima

opick-durin-sate                                                                       Rubrik : me and my ride, oleh : agungsatriyo

autoGlobemagz.comBandung, Apik Elsyarma atau Opick panggilan akrabnya,” pemuda kelahiran Bandung bersuku madura ini  meski sudah  menjadi sarjana dan kini tengah menempuh S-2 , ” tak segan berjualan sate di kaki lima.

Pemuda yang berjualan sate di daerah sarijadi ini membagi kisahnya, “ berawal di tahun 2001 saat masih duduk di bangku SD, Opick sudah mulai membantu orang tuanya berjualan sate, waktu usia segitu saya belum mengerti, hanya main-main saja, kata Opick”.

Selepas SD di Bandung, atas keinginan Bapak saya menimba ilmu di pesantren kota Malang Jawa Timur sampai lulus sekolah menengah atas ( MAN ) sebutan sekolah pesantren setaraf SMA. Selama di pesantren saya belajar banyak termasuk aktif di organisasi santri ,” menjadi Bendahara umum di OSIS sampai jadi Bendahara umum komunitas Ikatan Santri asal Madura, ungkap,Opick”.

Karena saya paling tua di keluarga, tahun 2008 akhirnya kembali lagi ke Bandung. Tekad saya pulang ke Bandung tak hanya ingin meneruskan kuliah, namun membawa misi yakni ingin menumbuh kembangkan usaha yang sudah di rintis sang Bapak”.

Semenjak langganan Bapak mulai ramai saya memutuskan untuk serius membantu dan mengganti peran Bapak, mulai belajar belanja daging ke pasar, memilih daging segar ke kandang pasar untuk memilih ayam dan kambing yang berkualitas, hingga penyembelihan dan kebersihan kandang hewan yang akan di potong.

Tentang bagaimana menjaga kualitas sate Opick bilang,” Bapak mengajari saya, agar menjaga kualitas daging , bagaimana memilah daging yang berkualitas, sederhananya memilih daging yang fresh dan sehat untuk di konsumsi pelanggan adalah selling point kita, terang Opick,” begini ya,” daging yang sehat di konsumsi untuk sate yaitu, daging dari hewan yang baru di potong dan berjeda  3- 4 jam, begitulah Durin Sate mempertahankan kualitas sate nya “. itulah yang membuat kami berbeda dengan warung sate lainnya, terang Opick “.

Sate Bapak Marhawi Sarijadi sudah populer untuk penggemar sate,” ujar Opick, namun saya ingin membawa usaha ini ke arah yang lebih berkembang dan memiliki identitas , ini usaha keluarga yang mesti di jaga dan dipelihara, tambah Opick,” atas seizin Bapak, sejak 2008 nama warung sate Bapak Marhawi  diganti menjadi “ Durin Sate” nama Durin sendiri diambil dari sebuah nama desa di kab.Bangkalan Madura asal Bapak Marhawi “.

opick

Makna Berorganisasi

Selain berdagang sate, pemuda yang juga anggota aktif di komunitas mobil Honda Jazz Club Indonesia (HJCI) kini tengah mempersiapkan tesis untuk syarat kelulusan S-2, di sela kesibukannya berorganisasi berjualan adalah passion Opick,” ada pesan positif yang ingin Opick sampaikan tentang makna berorganisasi.

Ketua Ikatan Pemuda Madura Indonesia (IPAMA) ini bilang.” Dengan berorganisasi kita akan mudah memahami orang lain, berbaur dengan beragam latar belakang setiap orang, ini sangat penting untuk sebuah tujuan, belajar manajemen didalamnya dan banyak hal lain yang akan kita rasakan dari manfaat berorganisasi “.

Opick meneruskan ceritanya ,” Saya punya pengalaman buruk ketika berjualan sate, akibat salah faham pekerja satenya dengan salah satu pelanggan”, Opick pernah di amuk dan di todong pistol oleh pelanggannya,” saya sempat panik dengan kejadian itu,” namun spontanitas memahami orang lain dengan kepala dingin membuat pelanggan yang ngamuk itu akhirnya berubah dari marah menjadi tenang, ujar Opick,” sejak kejadian itu Ia merasakan manfaat berorganisasi, kita akan mengerti bagaimana memanajemen konflik dan memahami orang lain, mendahulukan kepentingan orang lain, termasuk konsumen “ Durin Sate “, komunikasi mesti dibangun dengan baik, saya juga ingin merubah stigma bahwa berjualan kaki lima juga tidak bisa kita pandang sebelah mata,” Tutup Opick “.

 

.

admin

autoGlobemagz.com adalah situs berita komunitas otomotif untuk Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *