SUKABUMI | autoglobemagz.com – Banyak orang mengeluarkan rupiah yang cukup besar untuk sebuah hobi yang digandrunginya. Namun berbeda bagi Mochamad Ade Dany atau akrab disapa Dhany Buggy, baginya dari sebuah hobi itu bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah yang cukup menggiurkan. Ya, Dhany yang lahir 44 tahun lalu itu sudah menggandrungi kendaraan jenis Volkswagen atau VW saat lulus dari SMA tahun 1984. “Saya pernah punya VW jenis kodok lansiran Tahun 1958 dan 1961 jaman SMA dulu. Tapi pada waktu itu komunitas vw belum berkembang seperti sekarang, dan tahun 86 saya jual murah sekali,” ungkap Dhanny ditemui Seputar Indonesia ketika tengah berkumpul dengan Komunitas Safari Bandung (KSB) belum lama ini.
Dilanjutkan Dhanny, begitu saya bekerja dan tinggal di Pulau Batam tahun 1995 hingga 2004 dirinya mulai kembali mengoleksi Kodok 1302 LS tahun 1972 yang memiliki stir kiri dan Kodok 62 original. “Tahun 2005 saya pindah lagi ke Bandung dan menekuni bisnis alat alat kesehatan dan alat kontrasepsi sehingga hobby mengutak ngatik VW sempat vakum, sampai pada Tahun 2008 saya mulai menekuni dunia VW kembali dengan membeli beberapa unit,” ujarnya bapak tiga putra-putri ini.
Dari mengutak-ngatik VW itulah ketika beberapa kali membawa kendaraannya berkeliling, tidak jarang banyak yang menawar mobilnya. “Mungkin mereka tertarik dengan VW saya karena merestorasi sangat rapih dan enak dipakai, sering pula ditawar orang ketika vw tersebut dipake touring keluarga. Ya kalau harga cocok saya jual dan saya cari lagi vw yang masih bahan, dan yang awalnya sang isteri kurang setuju dengan hobby ini akhirnya setuju dan tersenyum ikut mendukung,” kenang Dhanny.
Awal ketertarikannya mengembangkan jenis VW Buggy saat dirinya bersama keluarga awal Januari 2009 lalu mengikuti Touring ke Pangandaran Ciamis mengahadiri acara klub VW Tasikmalaya (VECTA). “Disana salah seorang rekan kami memakai VW Buggy warna kuning yang baru dia buat sedang test drive ke pangandaraan. Sepanjang perjalanan Tasikmalaya ke pangandaraan putera bungsu kami Nabil Muhamad Fayrus terus merengek nangis minta Buggy tersebut dibeli disangkanya mainan kali,” beber suami dari Erna Roswati ini.
Akhirnya dilanjutkan Dhanny setelah sampai Bandung seminggu kemudian dengan tawar menawar yang cukup alot akhirnya Buggy tersebut bisa dibeli dan kemudian dikembangkan. “Saya pun di Sukabumi membuat bengkel sendiri dengan nama House Of Buggy yang melakukan pengembangan dan modifikasi pada Buggy yang pertama saya beli,” terang pemilik House Of Buggy.
Disana akhirnya Buggy tersebut disulap dengan dimodifikasi Interior seperti karpet, dasboard , Rollbar dan Jok dan safety belt diganti dengan nuansa racing, Canvass Top bergaya Cabriolet sehingga bisa dibuka tutup tanpa melepaskan kancingnya. “Semua accesories seperti dasboard, handguard, Bemper, deck engine, Bingkai kaca semua terbuat dari stainless steel 304 anti karat, karena kebetulan kami selama ini memproduksi barang-barang alat kesehatan, sehingga tukang las stainless kami tidak mengalami kesulitan untuk membuat accasories seperti ini,” ucapnya.
Dirinya menyulap bangkan VW jenis Safari dan Kodok yang sudah menjadi bangkai. “Kami cari bangkai Kodok atau Safari yang bodinya sudah hancur tapi chassis dan bagian kaki kakinya masih utuh dan surat suratnya masih komplit sehingga masih bisa diperpanjang,” jelasnya.
Akhirnya dengan modifikasi itu, Dhanny pun memberanikan diri mengikuti kontes pada ada acara Bandung Lautan VW ke 2 di Kota Baru Parahyangan Bulan Nopember 2010. “Alhamdulillah kami mendapatkan Trophy The Best Modifikasi All Type dan The Best Buggy sejak saat itu setiap ada acara Kontes yang diadakan oleh Klub VW di Indonesia maupun acara diluar Klub VW selalu mendapat Trophy , sampai sekarang sudah 27 Trophy yang dikumpulkan,” paparnya.
Sejak acara itulah, Dhanny pun menjadi kebanjiran order untuk membuatkan VW jenis Buggy ini. “Karena sejak menang kontes di acara bandung lautan VW tersebut banyak sekali rekan rekan VW minta dibuatkan Buggy, Alhamdulillah sampai sekarang sudah 21 unit Buggy yanng kami buat dan ada beberapa unit lagi yang masih Indent menunggu dibuatkan,” ujarnya.
Dan yang paling berkesan dikatakan Dhanny saat mengikuti Kontes di Tanggerang Selatan Auto Fest 2012. “Buggy buatan saya menyabet 5 Trophy sekaligus diantaranya The Best King Nominee, The Best Killing Colour, The Best VW , The Best Hottest European Modified Car dan ini baru pertama dalam satu kontes dapat 5 Trophy sekaligus,” ucapnya bangga.
Workshop : House Of Buggy, Komplek Perumahan Cigunung Indah Blok C2 No. 1-5, Cisaat – Kab . Sukabumi. Tlp : 085862042009.
Teks/Foto : Yugi Prasetyo