
Dalam kemitraan ini, Toyota akan mendukung Living Asian Forest Project, serangkaian kegiatan WWF, yang sedang berjalan dan dalam perencanaan, untuk mengkonservasi hutan tropis dan satwa liar di Asia Tenggara, termasuk di tempat-tempat prioritas WWF yaitu Kalimantan dan Sumatera di Indonesia. Selanjutnya, kegiatan ini akan juga meluas untuk mencakup kawasan Greater Mekong. Perjanjian kemitraan ini secara resmi dimulai pada 1 Juli 2016.
Marco Lambertini, Direktur Jenderal WWF International, mengatakan: Toyota adalah perusahaan otomotif jepang pertama yang ikut peduli dan sadar akan lingkungan,“WWF gembira dapat bersama-sama Toyota menyatukan kekuatan untuk mempercepat upaya yang diperlukan dalam mencegah degradasi yang mengancam sistem alam dimana kita bergantung. Kita membutuhkan banyak lagi perusahaan seperti Toyota untuk melangkah maju dan mencari solusi untuk permasalahan-permasalahan ini. WWF menghargai visi Toyota dalam membantu menjadikan dunia yang lebih aman, sehat dan berkelanjutan menjadi nyata bagi generasi mendatang dan planet Bumi.”
Program ini juga akan berupaya meningkatkan keberlanjutan sumber daya alam dan komoditas seperti kayu, kertas dan pulp, sawit dan karet alam. Produksi dan penggunaan yang tidak berkelanjutan dari komoditas ini merupakan salah satu dari penyebab utama deforestasi dan meningkatnya ancaman terhadap spesies yang terancam punah di kawasan-kawasan tersebut.
Toyota akan memberikan bantuan sebesar US$1 juta untuk Living Asian Forest Project pada tahun 2016 dan akan melanjutkan dukungan ini selama 5 tahun ke depan. Dukungan Toyota ke dalam program tersebut menguatkan upayanya untuk mencapai satu dari enam tantangan dalam Toyota Environmental Challenge 2050 yaitumenciptakan masyarakat yang hidup dalam keseimbangan dengan alam di masa mendatang..
WWF dan Toyota menyadari bahwa produksi dan pemanfaatan berkelanjutan dari karet alam dibutuhkan dalam konservasi ekosistem hutan, dan oleh karenanya secara khusus akan memiliki kegiatan untuk mempromosikan karet alam berkelanjutan. Sebagai bahan utama produksi ban mobil, permintaan akan karet alam diperkirakan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.
