autoGlobemagz.com – Pencapaian TMMIN sebagai industri manufaktur otomotif di Indonesia tidak diraih dengan singkat. Berawal sebagai importir di tahun 70-an, kini TMMIN perlahan menjadi basis produksi dan ekspor sejak tahun 2004 serta bercita-cita untuk menjadi rantai pasok (supply chain) bagi Toyota global.
Penambahan produk dan kehadiran pabrik mesin baru di Karawang merupakan realisasi komitmen Toyota untuk terus berkembang bersama masyarakat Indonesia sekaligus berperan aktif dalam pengembangan industri otomotif nasional.
Kegiatan ekspor TMMIN dimulai pada 1987 dengan mengirimkan Toyota Kijang generasi ke-3 (Kijang Super) ke Brunei Darusalam. Momentum ekspor terbaik diperoleh TMMIN ketika dipercaya menjadi salah satu basis produksi bagi pengembangan kendaraan IMV (Innovative International Multi-purpose Vehicle) model Kijang Innova pada 2004, dan langsung melakukan ekspor di tahun yang sama.
Sepanjang 2016 hingga bulan September, TMMIN telah membukukan ekspor CBU sekitar 123.700 unit, CKD sebanyak 34.500 unit, mesin bensin lebih dari 90.300 unit, mesin ethanol sebanyak lebih dari 16.200 unit, dan komponen kendaraan sekitar 64,7 juta buah.
Produk-produk ekspor ini dikirim ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Pasifik, serta Timur Tengah.
Produk Lokal Diminati di Pasar Global
“Sejak beberapa tahun terakhir kami berusaha menampilkan kinerja ekspor yang dapat memberikan sumbangsih bagi pengembangan industri otomotif Indonesia.
Saat ini rata – rata volume ekspor kendaraan utuh dari pabrik Toyota dan groupnya di Indonesia telah mencapai 12.000 unit per bulan dan rata – rata volume ekspor mesin/CKD/komponen sebanyak 750 container (FeU) per bulan.
Peningkatan volume ekspor kendaraan Toyota juga kami iringi dengan peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, sehingga produk yang kami hasilkan tidak hanya berkualitas global namun juga sarat dengan kandungan lokal” ujar Edward.
Untuk mendukung dan memperkuat industri otomotif dalam negeri, TMMIN berupaya penuh untuk melakukan lokalisasi produk atau meningkatkan kandungan lokal.
Produk Toyota seperti Kijang Innova memiliki tingkat kandungan lokal hingga 85%, sementara produk baru Sienta sudah mencapai 80%, Fortuner sebesar 75%, serta Vios, Yaris, dan Etios Valco telah memiliki kandungan lokal 60%.
Peningkatan ini tidak dapat diperoleh tanpa kehadiran serta dukungan dari keberadaan pemasok lokal. Hingga tahun 2016, tercatat sebanyak 139 pemasok lokal lapis pertama yang mendukung kegiatan produksi pabrik TMMIN.
Toyota Indonesia telah hadir selama 45 tahun untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia.
(INFO###)
