
LAMPUNG | autoglobemagz.com – TAK sulit menemukan rumah Bambang. Meski tidak berada di pusat kota, daerah tempat tinggalnya cukup familier di telinga warga Bandarlampung. Ya, rumah pengusaha rental mobil ini terletak di Jl. Imam Bonjol Gg. Blora No. 10, Tanjungkarang Barat.
’’Silakan masuk Mas. Yang telepon saya tadi ya?” ujar Bambang ketika menyambut kedatangan Radar Lampung di rumahnya kemarin. Sesaat kemudian, wartawan koran ini diajaknya ke paviliun rumahnya yang terletak di lantai 2. Saat memasuki ruangan tersebut, tampak miniatur mobil-mobil klasik sudah tersusun rapi di atas meja kayu berukuran sekitar 80 sentimeter x 1 meter yang terbuat dari bahan rotan.
Ada Jaguar E-Type lansiran tahun 1971, Chevrolet Station Wagon model Chepy (1958), Chevrolet Truck (1946), Bel Air (1950), Volkswagen Karmann-Ghia (1966), dan Ford Woody (1948). Kemudian tipe Lincoln Cosmopolitan Buble TOR (1950), Studebaker Coupe Express Pick Up (1950), Ford F-100 Pick Up (1953), Boick Riviera (1971), Dodge 330 (1963), Mercedes Benz 300 S (1955), Studebaker Golden Hawk (1958), serta Lincoln X-100-Kennedy Car (1961).
’’Maaf Mas, di rumah ini saya hanya ada 14 mobil. Sekitar seratus mobil koleksi saya lainnya ada di rumah satunya, di Wayhalim, Kedaton,’’ terang suami Dewi Eliyati serta ayah Jati Erlangga (10) dan Bima (4) ini.
Pria kelahiran Telukbetung, 11 Januari 1970, ini menceritakan, ketertarikannya mengoleksi mobil-mobil klasik awalnya memang terinspirasi sejak kecil. Lantaran saat itu ayahnya memiliki mobil jenis Jeep keluaran tahun lama. ’’Saya sering diajak berkeliling dengan mobil milik ayah saya saat kecil. Dari sanalah timbul kecintaan saya terhadap mobil-mobil klasik,’’ ungkapnya.
Namun, hobi terpendamnya itu akhirnya bisa tersalurkan ketika berusia 20 tahun, atau tepatnya di tahun 1990. Kala itu, ia sedang bermain ke rumah temannya di Kota Jakarta. Kemudian, temannya yang bernama Heru itu mengenalkannya dengan miniatur mobil-mobil klasik. ’’Mulai saat itu, akhirnya saya bisa menyalurkan hobi dengan mengoleksi mobil-mobil klasik. Mobil pertama yang saya punya jenis Jeep Wilis Ford keluaran tahun 1944,’’ ujarnya.
Selanjutnya, ia mulai hunting miniatur mobil-mobil klasik di kota-kota besar Indonesia. Di antaranya Jogjakarta, Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Palembang. ’’Ada dua mobil yang belinya di Singapura, yakni Studebaker Golden Hawk (1958) dan Ford Woody (1948). Dua mobil ini ada sertifikat berikut medalinya yang terbuat dari emas 18 karat. Masing-masing mobil saya beli dengan harga Rp2 juta. Jadi, harga dua mobil itu Rp4 juta,’’ bebernya.
Untuk memperbanyak koleksinya, Bambang juga secara rutin dua bulan sekali hunting ke Jakarta. Sebab, di ibu kota Indonesia itu terdapat komunitas kolektor-kolektor mobil klasik yang sering berkumpul sepekan sekali, yakni pada Minggu pagi di parkiran Monumen Nasional (Monas).
’’Rata-rata harga miniatur mobil yang saya beli mulai Rp600 ribu-Rp3,5 juta. Mobil yang paling mahal saya beli jenis Lincoln Cosmopolitan Buble TOR (1950). Mobil ini yang dipakai Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln. Kemudian jenis Lincoln X-100-Kennedy Car (1961). Mobil ini juga dipakai Presiden AS John F. Kennedy saat dia mati tertembak,’’ ungkapnya.
Bambang mengatakan, jenis-jenis miniatur mobil yang dimilikinya berskala mulai 1:18, 1:43, 1:56, 1:72, dan 1:87. Ia menegaskan, belum ada niat untuk menjual koleksi-koleksi miniatur mobil klasiknya. Kendati diakui, ada beberapa rekannya sesama kolektor yang sudah menawar salah satu koleksinya dengan harga Rp5 juta. ’’Selain sayang, saya juga mikir saat hunting-nya yang susah. Dan belum tentu saat hunting lagi, dapat seperti yang kita punya sebelumnya,’’ tandasnya.
Bambang menambahkan, saat ini ia masih berusaha mendapatkan miniatur mobil jenis Jeep-Jeep. Salah satunya jenis Land Rover lansiran tahun lama, namun dengan ukuran besar. ’’Kemungkinan harganya Rp2 juta-Rp2,5 juta. Ya, mudah-mudahan bisa saya dapatkan,’’ harapnya. (*)
Teks/Foto : radarlampung.co.id
